50 Siswa Indonesia Timur dan Terpencil Mulai Program Beasiswa

Beasiswa Sobat BumiJAKARTA — Pertamina Foundation secara serempak menyerahkan 50 siswa lulusan SMP sebagai penerima Beasiswa Sobat Bumi ke empat sekolah pembina, yang terdiri dari dua SMA dan dua SMK, pada pertengahan Juli sebelum tahun ajaran baru dimulai.


Program ini merupakan inisiatif dari Pertamina Foundation untuk menyentuh wilayah Indonesia Timur dan wilayah Indonesia terluar, terpencil dan terjauh (3T). Langkah ini dilakukan untuk mengembangkan potensi siswa-siswa di wilayah tersebut.


“Mereka harus dapat mengakses pendidikan dan mutu pendidikan seperti di daerah-daerah lain. Peningkatan SDM di Papua, Papua Barat dan anak-anak TKI di Sabah, Malaysia, perlu dilakukan sejak dini,” tegas Direktur Pendidikan Pertamina Foundation Ahmad Rizali di Jakarta, Senin (15/7).


Lebih jauh Ahmad mengatakan, program untuk menyentuh Indonesia bagian Timur dan wilayah 3T ini adalah untuk melengkapi program pendidikan yang selama ini telah dilakukan Pertamina Foundation. Seperti, Beasiswa Sobat Bumi yang tersebar di 16 Perguruan Tinggi Negeri, Sekolah Sobat Bumi dengan jumlah total 187 sekolah yang berada di 8 propinsi dan Anugerah Riset Sobat Bumi.


Serah terima siswa dilakukan serempak pada Jumat (12/7) dan Sabtu (13/7) di masing-masing sekolah pembina dengan disaksikan oleh Dinas Pendidikan kota setempat. Adapun 50 penerima beasiswa, 10 siswa berasal dari Sabah, Malaysia, 10 siswa dari Papua Barat dan 30 siswa dari Papua.


Dari jumlah tersebut SMK 3 Sukabumi membina dua siswa dari Papua dan satu siswa dari Papua Barat. Sedangkan di SMAN 10 Malang, menerima 14 siswa dari Papua, empat siswa dari Sabah, dan dua siswa dari Papua Barat.


Untuk SMKN 1 Probolinggo menerima empat siswa dari Sabah, delapan siswa dari Papua, dan lima siswa dari Papua Barat. Di SMAN 5 Denpasar terdiri dari dua siswa dari Sabah, dua dari Papua Barat, dan enam dari Papua.


Para siswa tersebut, akan mendapatkan beasiswa selama tiga tahun, dan dipertimbangkan meneruskan beasiswa untuk S1 melalui Beasiswa Sobat Bumi, jika memang lulus tes. Selama tiga tahun siswa akan mendapatkan biaya hidup dan biaya pendidikan tidak kurang dari 20 juta perorang pertahun.


Manfaat tersebut tidak termasuk biaya untuk asuransi kesehatan, biaya kepulangan, peningkatan kapasitas kemampuan siswa dan uang saku. Untuk pembinaan, masing-masing siswa juga mendapatkan kakak asuh yang tidak lain adalah mahasiswa penerima beasiswa Pertamina Foundation yang berasal dari kampus terdekat.


Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari masing-masing Dinas Pendidikan juga dari walikota. Seperti dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Denpasar I Nyoman Arnawa yang sangat mengapresiasi inisiasi dari Pertamina Foundation.


“Di sekolah kami, program pendidikan dilakukan terbuka, untuk semua. Tidak ada diskriminasi. Kami juga terintegrasi dalam mengembangkan pendidikan dengan program pariwisata dan budaya,” ujar Nyoman.


Di tempat terpisah, Kepala Sekolah SMAN 10 Malang Niken Asih mengatakan, dalam pembinaannya nanti siswa dari Indonesia Timur tidak saja ditingkatkan kemampuan akademiknya, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana ngasah karakter dari peserta didik.


Hal sama dikatakan Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Probolinggo Ismail yang mengatakan, untuk menempatkan jurusan-jurusan, siswa akan menjalani serangkaian tes. “Pembinaan karakter juga menjadi prioritas di kami,” katanya.


Salah satu penerima beasiswa asal Papua, Dan Kogoya mengaku bangga menjadi bagian dari program ini. Selain karena mendapatkan pengalaman baru bersekolah di luar daerahnya, yakni SMKN 1 Probolinggo, program ini juga membuktikan kemampuannya karena telah menjalani serangkaian tes.

Share this post