Hafidz : Kalau Sembuh Ingin Bersepeda

HafidzPasca menjalani operasi transplantasi hati, Muhammad Sayid Hafidz (8 tahun) yang menderita “Allegile Syndrome Pro Transplantasi Liver” akhirnya mengalami perkembangan yang lebih baik. Hal ini terbukti dengan nafsu makan dan minum Hafidz sudah mulai membaik, tidak seperti hari-hari sebelumnya.

 

Penyakit yang diderita oleh Hafidz memang terbilang langka. Sindrom ini adalah 1 diantara 1 juta kasus yang ada di seluruh dunia. Lahir dengan cacat fisik memang sudah menjadi tantangan yang paling besar yang Hafidz alami.

 

Setelah berobat ke beberapa tempat, tidak banyak ru­mah sakit yang sanggup untuk menangani Hafidz secara keseluruhan. Kurang lebih 2-3 tahun yang lampau, penyakit Hafidz pun terdeteksi, namun biaya pengobatan tetaplah menjadi kendala bagi orang tua Hafidz.  

 

Berkat kesabaran dan doa yang senantiasa dipanjatkan oleh orangtuanya demi ke­sem­buhan Hafidz telah di­jawab oleh Yang Maha Kuasa. Senin 24 Februari 2014 pukul 08.15 wib, Hafidz menjalani operasi transplantasi hati dari sepertiga hati Ayahnya, Sugeng Kartika sebagai pendonor. 

 

Operasi yang dipimpin langsung oleh Ahli Transplantasi Hati Dunia, Koichi Tanaka dan tim dokter ahli lainnya ini menelan dana Rp1,6 miliar. Na­mun biaya pengo­batan tersebut dibantu oleh RS Pertamedika, Yayasan Peduli Hati Indonesia (YPHI) serta  do­nasi dari masyarakat.

 

“Sangat tak terpikirkan oleh saya uang sebesar itu Rp1,6 miliar. Itu sangat jauh dari kemampuan kami sebagai orangtua dan sungguh diluar dugaan dengan adanya bantuan ini,” ungkap Su­geng Kartika dengan penuh haru bahagia.

 

Lima hari pasca operasi, Sugeng yang juga menjalani operasi dipertemukan dengan Hafidz. Tidak hanya ayahnya saja, ibunda Hafidz Maria Ulfa, dan adiknya Nabila Hafidz (5), beserta keluarga lain juga turut mendampingi dalam suasana haru.

 

Hafidz tak mampu menutupi kegembiraannya melihat keluarga kecilnya tengah berkumpul mengelilingi dirinya. Hafidz langsung tersenyum dan terlihat riang. Saat akan difotopun Hafidz mampu mengacungkan jempolnya. Saat ditanya setelah sembuh mau ngapain? dengan spontan Hafidz menjawab “Ingin bersepeda dan sekolah”.•IRLI

Share this post