Panen Raya Petani Buah Naga Binaan Pertamina

Buah NagaWonokerto – Sentra Pemberdayaan Tani (SPT) Buah Naga, hasil binaan Pertamina bekerjasama dengan Yayasan Obor Tani, mencatatkan panen perdana yang melampaui target. Kegembiraan dan rasa bangga terlukis di wajah petani buah Naga, karena hasil panen yang diperkirakan hanya sekitar 5 kuintal ternyata mencapai 3,5 ton.


Panen Raya Buah Naga di Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang dihadoro Senior Vice President (SVP) Corporate Shared Service Pertamina Susilo, yang mewakili Direktur Umum, pada Rabu (5/3). “Panen raya ini merupakan salah satu program kita dari beberapa sentra pemberdayaan tani yang ada, nah kalau kita lihat hari ini dilaporkan hasilnya sekitar 3,5 ton, sementara target sebelumnya tidak sampai segitu, ini sangat luar biasa,”jelas Susilo.


Susilo menambahkan hasil panen yang melimpah tersebut, merupakan keberhasilan yang tercipta dari kerja sama yang baik antara para petani, Yayasan Obor Tani dan CSR Pertamina. “Menurut saya hal ini merupakan salah satu contoh keberhasilan kombinasi antara para petani yang tentu saja yang paling penting untuk proses penanaman itu sendiri, Yayasan Obor Tani yang memberikan pelatihan dan pendampingan bagi petani dan Pertamina melalui program CSRnya,”kata Susilo.


Buah Naga sebagai komoditi utama pertanian lokal mempunyai nilai ekonomi tinggi, dan sangat membantu masyarakat dalam mengurangi tingkat kemiskinan. Diharapkan melalui program Sentra Pemberdayaan Tani ini dapat meningkatkan pemanfaatan lahan yang tidak produktif menjadi lahan produktif,s ekaligus menopang ekonomi masyarakat.


Program SPT sudah dirintis sejak tahun 2010, dengan melibatkan 100 Kepala Keluarga (KK). Total 12.000 tanaman Buah Naga ditanam di areal seluas 20 hektar, yang merupakan lahan milik peserta progra SPT. Yayasan Obor Tani akan membimbing serta mendampingi petani selama 3,5 tahun dan diharapkan kelak mereka bisa mandiri dan mengembangkannya.


Ketua DPH Yayasan Obor Tani, Budi Dharmawan mengatakan buah naga yang tumbuh di Wonokerto tersebut merupakan produk kelas dunia yang tidak kalah dengan hasil dari Vietnam dan Thailand. ”Faktor yang membuat buah naga kita lebih unggul daripada di Thailand dan Vietnam, karena tanahnya lebih bagus, alam, cuaca dan iklimnya lebih bagus, airnya mencukupi dan bibit serta pupuk yang kita gunakan itu sama sekali tidak kalah dengan buah impor,”jelas Budi.


SPT Buah Naga di Desa Wonokerto diakui sebagai kegiatan pengentasan kemiskinan yang mendapatkan apresiasi dalam GKPM Award & Expo 2012, yakni meraih Platinum Award untuk kategori Eradicate Extreme Poverty and Hunger, Bidang Program Partisipasi Penciptaan Lapangan Kerja Baru. (AHP/DSU)

Share this post