Pertamina Terus Gulirkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Kalsel

BANJARMASIN - Budiat, salah seorang warga yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini bisa bernafas lega. Pasalnya banjir yang mengepung lebih dari 10 hari tersebut membuat persediaan posko kian menipis.

“Terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari Pertamina kepada kami, para pengungsi, yang saat ini benar-benar kekurangan dan sangat membutuhkan bantuan,” ucapnya.

Pertamina Peduli terus bergerak setiap harinya menjangkau para korban banjir Kalsel untuk meringankan beban warga terdampak bersama Lembaga Kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Bantuan Pertamina Peduli yang disalurkan oleh ACT sejak 23 Januari 2021, berupa logistik sembako, obat-obatan, pelayanan kesehatan dan bantuan psikososial di posko-posko Kota/Kecamatan Banjamasin Selatan dan beberapa posko di Kabupaten Barito Kuala, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 308 KK atau sekitar 1.000 jiwa, pada Senin 25 Januari 2021.

Unit Manager Communications, Relations & CSR Pertamina MOR VI Kalimantan Susanto August Satria mengatakan, Pertamina sebelumnya telah membagikan ratusan paket ke beberapa posko bencana yang ada wilayah Kalimantan Selatan dan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalsel untuk dapat memetakan bantuan dan kebutuhan korban banjir.

“Nilai bantuan Pertamina Peduli hingga Senin (25/01), telah mencapai Rp 600 juta, termasuk bantuan Elpiji untuk posko pengungsian dan dapur umum, Pertamina berkomitmen akan selalu menyalurkan energi baik kepada para koban banjir seraya berharap banjir dapat segera surut,” ujar Satria.

Selain itu, Satria menjelaskan, Pertamina terus berupaya mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) dan Elpiji terus berjalan lancar. “Hal demikian kami upayakan untuk menjaga ketahanan dan ketersediaan energi kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Koordinator pelaksana ACT llyas mengungkapkan, dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan menyalurkan bantuan serupa dari Pertamina ke beberapa posko pengungsian di lokasi lain yang sudah dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan. *MOR VI/HM

 

Share this post