Pemegang saham PT Pertamina (Persero) yaitu pemerintah mengubah perubahan formasi organisasi perusahaan melalui penambahan dua direktorat baru, yaitu Direktorat Manajemen Aset dan Direktorat Perencanaan Investasi & Manajemen Risiko.
JAKARTA - Selain menambah dua direktorat baru, pemerintah juga melakukan pergantian direksi sehingga kini tim direksi Pertamina memiliki susunan personil yang baru. Dwi Wahyu Daryoto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur SDM, TI dan Umum kini didapuk sebagai Direktur Manajemen Aset. Sementara jabatan Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia (MP3) yang sebelumnya dijabat oleh Rachmad Hardadi kini diisi oleh Ardhy Mokobombang. Sedangkan untuk mengisi kursi baru Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko, pemerintah mengamanatkannya kepada Gigih Prakoso. Seluruh keputusan tersebut telah ditetapkan dalam Rapat di Kementerian BUMN, sehari sebelumnya, Selasa (15/8).
Berdasarkan rapat pemegang saham tersebut juga, diputuskan adanya perubahan beberapa nomenklatur jabatan direksi Pertamina yang sebelumnya bernama Direktorat Keuangan & Strategi Perusahaan menjadi Direktorat Keuangan, serta Direktorat SDM, TI, & Umum menjadi Direktorat SDM. Direktorat Keuangan tetap dijabat oleh Arief Budiman dan untuk sementara peran Direktur SDM masih ditugaskan kepada Dwi Wahyu Daryoto.
Direktur Utama Pertamina Massa Manik menjelaskan, adanya direktorat baru yaitu Direktorat Manajemen Aset diharapkan dapat mengelola aset perusahaan dengan lebih optimal.
“Karena tantangan kita begitu besar, maka pemegang saham merasa perlu aset non core senilai Rp 137 triliun dikelola oleh satu direktorat tersendiri. Dengan demikian, aset yang tidak produktif bisa menjadi produktif dan pada akhirnya menjadi capital untuk Pertamina menghadapi tantangan ke depan,” ucapnya dalam Town Hall Meeting di Kantor Pusat Pertamina, Rabu (16/8).
Sedangkan Direktorat Perencanaan Investasi & Manajemen Risiko bagi Massa bukanlah hal yang baru di Pertamina. Direktorat ini didirikan karena investasi Pertamina yang begitu besar dengan banyak proyek yang terus ada dalam bisnis Pertamina.
Melalui fungsi baru ini Massa berharap semua proyek yang ada di Pertamina bisa berjalan secara maksimal dengan monitoring yang baik dan kejelasan atas setiap penanggung jawab proyek yang ada.
Sementara itu, Dewan Komisaris Pertamina Sahala Lumban Gaol menjelaskan, pekerjaan rumah yang tersisa saat ini adalah mengisi jabatan Direktur SDM. “Saya sangat mengapresiasi pemikiran Direktur Utama dan jajaran direksi lainnya, yang mengutamakan pengisian jabatan berasal dari internal Pertamina. Kita memang masih menunggu figur yang akan mengisi jabatan Direktur SDM,” ujar Sahala.•Starfy