Inacraft 2012: From Smart Village to Global Market

Inacraft 2012: From Smart Village to Global Market

Jakarta - Inacraft, pameran dagang kerajinan Indonesia ke-14 dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, hadir mendampingi Presiden Ibu Negara Ani Yudhoyono, dan sejumlah menteri antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Gita Irawan Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dan Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan.


Menurut Mari, Inacraft tahun ini juga diikuti peserta dari luar negeri. Diharapkan kegiatan ini merupakan suatu sinergi antar negara-negara ASEAN, yang pada akhirnya dapat mengerti kerajinan maupun kebudayaan dari berbagai negara . "Saya berharap akan lebih banyak lagi kerjasama, intinya bagaimana kita menjaring teman-teman di UKM maupun daerah-daerah yang berpotensi dan peluang yang baik," papar Mari Elka Pangestu sesaat setelah pembukaan Inacraft 2012 di Jakarta Convention Center, Rabu (25/4).


Mari yang diwawancarai saat mampir ke both Pertamina menjelaskan dari tahun ke tahun penyelenggaraan Inacraft semakin luar biasa, pesertanya semakin banyak dan jumlah variannya pun bertambah pula. Pameran Dagang Kerajinan Indonesia tersebut sudah menjadi acara tahunan yang dinanti banyak kalangan dan masuk dalam kalender nasional Indonesia.


Dalam kesempatan ini, Pertamina mengikutsertakan 37 mitra binaannya, yang terdiri dari Region Sumbagut, Region Sumbangsel, Region Jawa Bagian Barat, Region Jawa Bagian Tengah dan Yogya, Region Jatim-Balinus, Region Kalimantan dan Region Sulawesi.


Menurut Mari, Pertamina yang kini sudah memiliki 100.000 mitra binaan selain mengelola mitra binaan juga harus mampu melestarikan kerajinan yang nyaris punah seperi tenun disuatu daerah yang sudah tidak ada lagi pengrajinnya. "Jadi ada aspek untuk membangun kembali, setelah membangun kembali dibina untuk ditingkatkan kualitasnya dan diberikan kemudahan dalam pengadaan bahan-bahannya sehingga lebih ekonomis, sampai akhirnya dibawa ke pasar," paparnya.


Sementara itu, Direktur Umum Pertamina Luhur Budi Jatmiko mengatakan pembinaan SME & SR (Small Mediun Enterprise & Social Responsibility) Partenrship Program kedepan terhadap 100.000 mitra binaannya akan lebih fokus. "Kami dari jajaran direksi sangat mendukung, apalagi dengan adanya program kemitraan ini menjadikan Pertamina lebih dekat dengan masyarakat," ujarnya.


Tema pameran tahun ini adalah "From Smart Village to Global Market". Tahun ini Inacraft diikuti 1.800 peserta perusahaan kerajinan dari seluruh Indonesia menampati 1.237 stan. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan jumlah peserta tahun lalu yang mencapai 1.650 perusahaan. Disamping peserta Indonesia, terdapat pula beberapa perusahaan Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, Iran dan Jepang. Seperti tahun sebelumnya, jumlah pengunjung pameran selama lima hari diperkirakan mencapai 250.000 orang. Sementara itu, diperkirakan jumlah pembeli luar negeri yang mengunjungi pameran mencapai 1.000 orang lebih. Data tahun lalu, 823 pembeli luar negeri datang dari 31 negara.

Share this post