Komisi VI DPR RI Dukung RDMP Kilang Balongan

CIREBON - Komisi VI DPR RI memberi dukungan penuh proyek pengembangan kilang Refinery Unit (RU) VI Balongan , hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi VI Martin Manurung saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat 27 November 2020.

Martin Manurung menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan salah satu wujud pengawasan terhadap kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Kami melihat pandemi ini begitu berdampak pada pertumbuhan ekonomi hingga kuartal 2 tahun 2020 yang mencatat minus 5,32 persen, artinya Indonesia masuk masa resesi,” kata Manurug selaku ketua kunjungan kerja tersebut.

BUMN merupakan sumber pedapatan negara dan berperan sangat vital untuk pemulihan ekonomi nasional. “Kami ingin mengetahui kondisi, persoalan dan tantangan yang dihadapi, termasuk roadmap dalam meningkatkan kontribusi dan produksi BUMN tersebut, walaupun BUMN juga terdampak pandemi,” katanya lagi.

Dia menyampaikan harapannya terhadap perkembangan pembangunan proyek peningkatan RU VI Balongan. “Kami berharap selain meningkatkan nilai tambah bagi Pertamina, hal itu bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasi kilang,” ujar Manurung.

Direktur Proyek Infrastruktur PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Suwahyanto menjelaskan, pengembangan RDMP RU VI Balongan akan melalui  tiga fase, yakni fase 1 meningkatkan kapasitas RU VI balongan dari saat ini 125 ribu barel per hari menjadi 150 ribu barel per hari. Fase 2 adalah mulai produksi pada 2022 mendatang. Fase 3 adalah membangun pengembangan komplek kilang terintegrasi petrokimia yang diharapkan selesai tahun 2026.

“Setelah proyek selesai maka produksi gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) menjadi 18 juta liter per hari, Gasoil (Biosolar, Dexlite, Pertamina DEX) menjadi 6,8 juta liter per hari, sedangkan Avtur menjadi 20 juta liter per hari, Gasoline merupakan kebutuhan terbesar bagi masyarakat,” ujar Suwahyanto.

Sementara itu, Direktur SDM Pertamina Koeshartanto memberi apresiasi kepada Komisi VI karena sudah mau melihat Pertamina menjalankan berbagai proyek strategis nasional.

“Dukungan dari DPR tentu sangat penting bagi kelangsungan proyek-proyek yang sedang berjalan, termasuk support terhadap kinerja Pertamina yang terkena triple shock, namun Pertamina terus melakukan berbagai terobosan untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan,” kata Koeshartanto. *RU VI/HM