Optimis Capai Target Produksi 2,2 Juta BOEPD pada 2025

Optimis Capai Target Produksi 2,2 Juta BOEPD pada 2025

Workshop _media _HuluBOGOR – “Kita optimis da­pat capai target itu. Un­­tuk men­capai 2,2 juta boepd tersebut, kami harus me­ningkatkan produksi 4,5 kali lipat dalam jangka waktu 12 tahun dan para direksi harus super aktif untuk mengejar aspirasi ini,” tegas Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Muhamad  Husen, dalam Work­shop Media di Sentul, Bogor, Rabu (15/5).

 

Keseriusan Pertamina untuk mencapai target ter­sebut telah dibuktikan melalui anak usahanya yaitu PT Pertamina Hulu Energi ONWJ yang telah berhasil mencatat rekor produksi harian ter­ting­gi pada penghujung bu­lan Maret lalu. PHE ONWJ berhasil memproduksi minyak sebesar 43.900 BOPD dan itu menjadi angka tertinggi sejak Pertamina menjadi operator blok ONWJ. “Ini menunjukkan keandalan Pertamina dalam mengoperasikan lapangan migas lepas pantai,”katanya.

 

Untuk mencapai target ter­sebut, SVP Upstream Planning and Operation Eva­luation Pertamina, Djohardi Angga Kusuma mengatakan produksi hulu 2014-2018, diproyeksikan akan tumbuh sebesar 7 persen dengan beroperasinya beberapa proyek utama, total investasi yang dipersiapkan 2014-2018 sebesar 24 miliar dolar AS.

 

“Saat ini langkah strategis yang tengah dilakukan hulu dalam mencapai target 2014 adalah dengan mempercepat projectization eksplorasi dan monetisasi proyek, ren­cana kerja operasi harus meng­gunakan data akurat dan terkini untuk mendapatkan hasil produksi yang direnca­nakan, implementasi penge­boran harus sesuai dengan International Best Practice, menggulangi decline rate, pro­duksi yang tinggi dan me­ningkatkan keandalan fasilitas produksi untuk mengurangi pro­duction loss,” ungkap Djo­hardi.

 

Sementara itu, terkait upa­ya mengambil alih blok yang akan habis masa kontraknya Husen menyatakan kesiapan Pertamina mengelola blok Mahakam. Sebagai Badan Usaha Milik Negara, Husen mengatakan wajar Pertamina meminta hak istimewa mengelola seratus persen. Terlebih sudah 50 tahun blok tersebut dikelola oleh asing. “Masa minta bekasnya saja susah banget sih,” katanya.

 

Bila nantinya Pertamina dibolehkan mengelola blok Mahakam, ia mengatakan Pertamina akan menggenjot produksinya. Terlebih dengan perkembangan teknologi yang makin maju. Meski demikian, hingga kini pemerintah belum memastikan pihak mana yang akan menggantikan pengelolaannya setelah kon­trak tersebut berakhir.

 

Ekspansi Ke Luar Negeri

 

Terkait  ekspansi  ke luar negeri, Pertamina akan me­lanjutkan upaya  akuisisi blok-blok migas diluar ne­geri yang diyakini dapat memperkuat kapabilitas dan daya saing pertamina sebagai perusahaan energi kelas dunia.

 

SVP Upstream Business Development pertamina, Denie S. Tampubulon me­nga­takan Pertamina mem­proyeksikan 70 persen akui­sisi berasal dari aset-aset di luar negeri terutama di wilayah wilayah yang masih mempunyai cadangan besar.

 

Denie menambahkan pada akhir tahun 2013, Pertamina berhasil mengakuisisi aset di Aljazair dan Irak. Dari Aljazair Pertamina peroleh sekitar 23.000 bopd dan ditargetkan sebesar 25.000 bopd tahun ini. Di Irak, Pertamina memiliki hak partisipasi se­besar 10%, sedangkan pro­­duksi la­pangannya di­tar­getkan akan meningkat dari 400.000 bopd tahun ini menjadi 1,6 juta bopd pada 2020,” ungkapnya.• Irli/DSU

Share this post