Game Changer or Political Gimmick?

Game Changer or Political Gimmick?

Pada Mei 2018, Amerika Serikat (AS) kembali menerapkan sanksi terhadap Iran setelah resmi menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran atau lebih dikenal dengan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Kali ini sanksi yang dikenakan AS untuk Iran terbilang cukup berat. Berdasarkan publikasi di situs resmi Department of the Treasury’s Office of Foreign Assets Control (OFAC), pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 700 daftar nama individu, perusahaan/lembaga, pesawat hingga kapal angkut yang berafiliasi dengan Iran.

Kerja sama dagang antara Iran dengan negara lain pun ikut terkena dampak, salah satunya Uni Eropa. Padahal berdasarkan publikasi dari Eurostat Comext European Commision, sejak tahun 2013 hingga 2017, kerja sama dagang antara Iran dengan Uni Eropa naik signifikan. Kondisi tersebut yang akhirnya menggerakkan Inggris, Jerman dan Perancis untuk meluncurkan sebuah lembaga khusus (special purpose vehicle) dengan nama Instrument in Support of Trade Exchange (Instex). Instex yang teregistrasi di Paris, hanya fokus pada kerja sama dagang yang tidak terkena sanksi AS seperti obat-obatan, alat kesehatan dan produk agrikultur.

Instex direncanakan berfungsi sebagai media pembayaran yang melindungi para pelaku bisnis dari sanksi AS. Hal ini diharapkan menjadi terobosan baru dalam kerja sama multilateral dengan Iran. Namun, kehadiran Instex nyatanya tidak sepenuhnya disambut baik oleh entitas bisnis di kawasan Uni Eropa. Mayoritas perbankan dan perusahaan Uni Eropa menolak menggunakan Instex sebagai saluran transaksi bisnis dengan Iran dan lebih memilih menghentikan semua bisnisnya dengan negeri Persia tersebut, karena khawatir atas ancaman penalti yang akan dijatuhkan oleh AS.

Banyak analis juga meragukan kehadiran Instex sebagai solusi bisnis terbaik dengan Iran. Mereka meyakini Instex hanya langkah politis dari Uni Eropa untuk menunjukkan komitmen atas posisi mereka dalam JCPOA. Instex sendiri dinilai hanya bertahan sesaat dan tidak akan berkontribusi banyak terhadap kondisi ekonomi dalam negeri Iran yang sedang tidak kondusif. Kehadiran Instex pun mendapat reaksi keras dari pemerintah AS. Berbeda dengan AS, China menunjukan ketertarikannya dengan mekanisme Instex. Walau demikian hingga saat ini pertemuan China dengan Uni Eropa masih belum juga terealisasi.

Kita lihat, apakah Instex akan menjadi terobosan untuk menghindari sanksi AS atau hanya sekedar langkah politis semata?

Sumber : Investor Relations – Corporate Secretary
Untuk komentar, pertanyaan dan permintaan pengiriman artikel Market Update via
email ke pertamina_IR@pertamina.com

Share this post