Return Expectation

Return Expectation

Harga minyak dunia terus merangkak naik. Pada akhir Juli, harga Brent telah mencapai US$74,19 per barel atau naik 34% sejak awal tahun 2017. Seiring dengan meningkatnya harga minyak, kinerja keuangan perusahaan migas besar global (Big Oil) juga meningkat. Pekan lalu, Big Oil telah mengumumkan kinerja keuangannya sampai kuartal II 2018.

Sampai kuartal II, Royal Dutch Shell memimpin dengan keuntungan sebesar USD11,9 miliar, meningkat 135% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Namun demikian, pertumbuhan keuntungan tertinggi adalah BP dan Eni yang masing-masing tumbuh 231% dan 150% dibandingkan dengan keuntungan kuartal II 2017. Harga minyak turut berkontribusi dalam peningkatan tersebut. Pendapatan dari segmen upstream, sampai kuartal II 2018, naik rata-rata sekitar 150%. Pendapatan dari segmen gas & power, juga naik rata-rata sekitar 105% bila dibandingkan dengan kuartal II tahun lalu. Namun demikian, tingginya harga bahan baku, khususnya minyak mentah, serta kerugian kurs, berdampak pada segmen downstreamdari Big Oil. Dibandingkan dengan kuartal II 2017, pendapatan dari segmen downstreamturun rata-rata 31%.

Sumber: Bloomberg (diolah), 2018

Peningkatan keuntungan Big Oil, tidak serta merta diapresiasi positif oleh pelaku pasar. Setelah pengumuman kinerja kuartal II lalu, harga saham mereka sempat turun rata-rata sekitar 1,4%. Pasalnya, hasil yang diumumkan ternyata dibawah ekspektasi pelaku pasar. Lima dari enam perusahaan tersebut, mengumunkan EPS (Earning Per Share) yang rata-rata US$0,33 lebih rendah dari konsensus pelaku pasar. Hanya BP yang mengumunkan EPS lebih tinggi US$0.02 dari konsensus pasar.

Terlepas dari tanggapan investor terhadap hasil kuartal II lalu, investor secara umum masih berhati-hati dalam memandang akan membaiknya kinerja Big Oil. Walau proyeksi harga minyak yang tetap tinggi karena didukung pertumbuhan permintaan serta pengurangan supplyoleh OPEC, investor masih belum yakin bahwa perusahaan migas untuk secara agresif bertumbuh. Saat ini, investor nampaknya lebih fokus untuk mendapatkan returnatau dividen, setelah turunnya kinerja perusahaan migas akibat pelemahan harga minyak.

Sumber : Investor Relations – Corporate Secretary
Untuk komentar, pertanyaan dan permintaan pengiriman artikel Market Update via email ke pertamina_IR@pertamina.com

Share this post