Bantu Pasien Covid-19, Pertamina Gelar Donor Plasma Konvalesen

Medan, 29 Januari 2021 – Beragam upaya dilakukan pemerintah guna menanggulangi pandemi Covid-19, satu diantaranya mencanangkan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen. Transfusi plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien Covid-19, sebagai upaya meningkatkan angka kesembuhan pasien yang terinfeksi virus tersebut.

PT Pertamina (Persero) melalui Regional Sumatera bagian Utara (Sumbagut) mengadakan kegiatan donor darah dan donor plasma konvalesen bagi penyintas Covid-19. Kegiatan ini didukung oleh Fungsi Human Capital Medical Sumbagut bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Medan.

“Kegiatan donor darah merupakan kegiatan yang kita lakukan secara rutin sedangkan kegiatan donor plasma konvalensen bagi penyintas Covid-19 ini baru pertama kali. Hal ini dilakukan supaya penyintas  (pasien sembuh) menjadi pendonor plasma konvalesen agar semakin banyak pasien Covid-19 yang dapat dibantu,” ujar Executive General Manager Regional Sumbagut (Sumatera bagian Utara), Herra Indra W, Jumat (29/1/2021).

Ia menjelaskan plasma konvalesen sangat dibutuhkan bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat. Kegiatan donor plasma konvalesen digelar selama dua hari pada Kamis (28/1) dan Jumat (29/1) dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Kegiatan donor plasma konvalesen bagi penyintas Covid-19 bertempat di Unit Donor Darah (UDD) PMI, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 37 Medan. Sementara itu, kegiatan donor darah berada di Gedung Serbaguna PT Pertamina Regional Sumbagut.

"Sehat saat ini adalah hal yang mahal, terima kasih kawan-kawan semua meskipun kita sedang melawan pandemi, antusias kawan kawan untuk mendonorkan darah sangat tinggi. Ini sesuatu yang menggembirakan, sesuatu perbuatan yang sangat mulia, bisa menolong nyawa orang lain," ujar Herra Indra W.

Ia mengaku awalnya sebanyak 36 kandidat yang akan menjadi pendonor plasma konvalesen, mereka merupakan pekerja dan mitra kerja Pertamina Regional Sumbagut. Seleksi yang dilakukan PMI cukup ketat karena memang yang diambil plasma penyintas yang masih tinggi kadar antibodinya. Sehingga hanya ada satu orang saja yang berhasil menjadi pendonor plasma konvalesen. "Dari 36 kawan-kawan yang bersedia, yang lolos hanya satu orang," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Area Manager Medical Sumbagut dr. Maria Theresa, mengatakan kegiatan donor darah ini mendukung Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang dicanangkan Presiden Jokowi pada 18 Januari 2021 lalu. Kemudian, pihaknya mendapat arahan dari Kantor Pusat PT Pertamina (Persero) untuk secara serentak melaksanakan kegiatan donor plasma konvalesen. 

"Selain di Medan, kegiatan donor plasma konvalesen ini juga diselenggarakan di Palembang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Makassar. Di kantor pusat kami, turut hadir Direktur Utama dan Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla," kata dr. Maria.

Ia menjelaskan adapun syarat menjadi pendonor plasma konvalesen diutamakan laki-laki atau perempuan (yang belum pernah hamil), berusia 18 sampai dengan 60 tahun dan berat badan minimal 55 Kilogram.

Pendonor dalam kondisi sehat dan bebas dari virus, parasit atau pantogen lain berpotensi bisa ditransmisikan melalui darah. Penyintas Covid-19 ini telah dinyatakan sembuh minimal dua minggu dan maksimal tiga bulan.

dr. Maria menyarankan agar penyintas Covid-19 lainnya yang sudah masuk kriteria untuk mendonorkan plasma konvalesen guna membantu pasien yang masih terinfeksi Virus Corona.

"Tetap jalankan protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, gunakan hand sanitizer. Jika ada gejala batuk, gangguan pernafasan yang tidak kunjung sembuh segera periksa ke dokter. Tetap berolahraga, bila perlu konsumsi vitamin,” ujarnya.

Sementara itu, Dokter UDD PMI Medan, dr. Mifta mengatakan, plasma konvalesen ini sangat dibutuhkan pasien Covid-19.  Apalagi Tahun 2021 ini semakin banyak pasien yang terinfeksi.

"Saat pandemi ini kita juga sama-sama tahu kondisi masyarakat di tengah pandemi ini sehingga mereka banyak yang tidak ingin donor darah karena takut tertular Covid-19 sehingga stok darah juga sangat minim," ucap dr. Mifta.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak takut mendonorkan darahnya, khususnya untuk mendonorkan plasma konvalesen.

"Pertamina ini menjadi contoh yang baik untuk perusahaan-perusahaan yang lain juga. Semoga dengan adanya kegiatan donor darah dan donor plasma konvalesen ini masyarakat menjadi peka dan ingin mendonorkan darah sehingga bisa menolong orang lain," ujarnya.

Dalam kegiatan donor darah kali ini, terkumpul sebanyak 95 kantong darah dari 111 orang pendonor. Hasil donor darah tersebut diserahkan kepada PMI Kota Medan.

For English version of this news release, please click here

https://pertamina.com/en/news-room/news-release

Share this post