Lagi, Potret Sukses Entrepreneur Di Balik Program Kemitraan Kilang Pertamina Cilacap


Cilacap, 7 November 2020 -
Perempuan cantik itu bernama Erna Juliana, biasa dipanggil Erje, pemilik butik busana muslim dengan label 'Zamira Griya Cantik'. Usianya kini 48 tahun dan wajahnya nampak awet muda. ‘Jangan pernah membandingkan proses hidupmu dengan orang lain, karena tak semua bunga bisa tumbuh dan mekar bersamaan’, begitu prinsip hidupnya. Bisa jadi, inilah yang membuat Erna memiliki pancaran aura tersendiri, sesuai dengan tagline Butik Zamira 'Pancarkan Auramu'.

Tahun 1994, Erje menikah dengan pria asal Makassar. Pada awal pernikahan, ibu tiga orang anak ini mulai mengikuti aneka kursus memasak, menjahit, merajut, dan keterampilan lain hingga akhirnya ia memutuskan membuka usaha warung makan. Saat itu usianya 38, “Boleh dibilang saya terlambat memulai usaha, tapi saya pikir dari pada tidak sama sekali,” ucapnya tersenyum.

Erje lalu memutuskan untuk membuka warung makan kecil-kecilan, dengan menu Sop Konro dan Konro Bakar khas daerah asal suaminya. Ia juga mulai menerima pesanan catering dari sekolah, menu arisan, dan lain-lain. “Waktu itu saya tangani semuanya sendirian, mulai belanja, meracik, memasak, mengemas, sampai mengantar pesanan,” katanya.

Tidak berhenti sampai di situ, nalurinya untuk mengembangkan potensi terus muncul. Wanita ramah ini mulai tertarik belajar merias. Di dukung suaminya, tahun 2009 Erje memutuskan kursus tata rias pengantin di Martha Tilaar. “Saya juga mulai berani terima orderan merias pengantin,” ujarnya.

Perjalanan Erje berikutnya merambah ke dunia fashion. “Kali ini cita-cita saya berubah lagi, ingin menjadi fashion designer,” katanya tersipu. Selama 1 tahun dirinya mempelajari desain mode di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) PAPMI, Yogyakarta. Setelah lulus, Erje mulai merasa kerepotan karena terlalu banyak kegiatan, sehingga usaha kuliner pun dilepasnya.

Demi mewujudkan keseriusannya, Erje mendirikan butik pakaian yang ia beri nama Zamira Griya Cantik. “Zamira lahir tahun 2009 Bulan Agustus, nama ini saya pilih dari salah satu nama anak saya,” katanya. Dengan dibantu 1 orang pekerja, jatuh bangun bagi Erje adalah hal biasa. “Awalnya saya hanya sebagai reseller, belanja di Bandung dan Jakarta untuk saya jual di butik,” katanya.

Lambat laun, rasa percaya diri Erje bangkit. Ia mulai berani menjual baju hasil karyanya sendiri. “Karena makin banyak pelanggan, saya menambah 4 orang karyawan lagi,” ujarnya.  Perjalanan panjang yang dilaluinya mulai membuahkan hasil, tempat usaha yang semula menyatu dengan rumah juga berpindah. “Alhamdulillah tahun 2014 saya mampu membeli ruko,” kata Erje. Menurutnya jumlah karyawan juga bertambah menjadi 10 orang.

Sembari mengembangkan usahanya ia pun mengikuti berbagai pelatihan, diantaranya pelatihan ekspor dan business plan, achievement motivation training, manajemen pameran, dan manajemen marketing. Bersama Zamira, Erja juga telah terbiasa ikut serta di ajang aneka pameran baik di dalam kota, antar kabupaten maupun tingkat provinsi.

“Untuk pertama kalinya tahun 2012 saya mulai berani ikutan event fashion show, memeragakan busana karya saya sendiri di ajang tahunan Yogya Fashion Week,” ujarnya. Terlibat dalam beberapa peragaan, akhirnya nama Erje mulai dikenal di jagat fashion Indonesia, beberapa karyanya masuk di majalah Paras dan majalah Jogya.

Erje kini adalah pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), posisinya sebagai Ketua Forum UMKM Kabupaten Cilacap. “Kegiatan sehari-hari saya tetap sebagai ibu rumah tangga, hanya aktif di beberapa organisasi,” ujarnya merendah. Ijazah S1 Manajemen yang diraihnya tahun 2019 ditambah dengan penghargaan Best Entrepreneur membuatnya semakin leluasa berkembang. Ia pun dipercaya menjadi dosen tidak tetap di Stikes Al-Irsyad Cilacap.

Namun begitu ia tetap aktivis UMKM, salah satu potret sukses mitra binaan PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) IV Cilacap. Sejak menjadi mitra Pertamina, menurut Erje, Zamira semakin banyak mengeluarkan produknya dan memperluas jaringan usaha sehingga produk Zamira lebih banyak dikenal. “Dengan pinjaman dana lunak, dan biaya administrasi yang sangat ringan, saya mendapat berbagai fasilitas pelatihan, dan fasilitas pameran dari Pertamina. Menurut saya ini sangat luar biasa,” katanya.

Erje, wanita aktif berjiwa entrepreneur yang telah banyak berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui UMKM. Dia adalah mentor hypnoselling dan public speaking yang telah banyak menularkan ilmunya pada pelaku UMKM, “Sangat bersyukur, ini pencapaian dan impian saya,” ucapnya.

Erje mengajak untuk mengenalnya lebih dekat melalui akun media sosialnya. https://www.facebook.com/ernajuliana dan https://instagram.com/erje.71?igshid=1rc760pmw0q49, “Atau bisa langsung hubungi saya di http://wa.me/6281226282698,” tutupnya.