Pertamina Segera Operasikan Rig Produk Dalam Negeri di Aljazair

Pertamina Segera Operasikan Rig Produk Dalam Negeri di Aljazair

BATAM - PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) segera mengoperasikan rig baru yang diberi nama ‘PDSI#43.3/AB1500-E’, untuk operasi pemboran di Aljazair. Rig senilai US$26,6 juta tersebut diproduksi di Yard PT. Citra Tubindo Engineering (CTE). Pembangunan rig di dalam negeri ini merupakan bentuk nyata kontribusi Pertamina dalam membangun kapabilitas industri migas nasional.

 

Naming ceremony dihadiri oleh Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen, Direktur Utama PDSI Farid Rudiono, dan Presiden Direktur CTE Kris Taenar Wiluan di yard CTE, di Batam, Kamis (18/9).

 

Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen mengatakan rig ‘PDSI#43.3/AB1500-E’, merupakan pesanan rig ketiga perusahaan kepada CTE yang sebelumnya telah memproduksi 2 rig sejenis yang saat ini sedang dioperasikan di Blok Cepu. Untuk rig ketiga ini, katanya, akan dioperasikan PDSI di Blok 405a di Aljazair, dimana Pertamina menjadi operator di Blok tersebut.

 

"Kami sangat bangga menggunakan hasil produk dalam negeri, apalagi selain biaya yang efisien, kinerjanya juga sangat memuaskan sebagaimana telah ditunjukkan di Blok Cepu. Ini menjadi modal besar Pertamina membawa rig hasil produk dalam negeri untuk dioperasikan di Aljazair," kata Husen.

 

Rig ‘PDSI#43.3/AB1500-E’ mulai dikerjakan pada kuartal 1 2014 dengan biaya kontrak sekitar US$26,6 juta. Saat ini, rig yang spesifikasinya telah disesuaikan dengan kondisi alam lapangan migas di Aljazair tersebut telah mencapai kemajuan sekitar 90% dan diperkirakan tuntas pada Oktober 2014. Rig berkapasitas 1500 hp tersebut, pembangunan struktur, instalasi, integrasi dan commissioning-nya, seluruhnya dikerjakan tangan – tangan terampil anak Bangsa Indonesia yang tergabung dalam PT. Citra Tubindo Engineering, Batam.

 

"Dengan munculnya perusahaan-perusahaan potensial seperti CTE, Pertamina semakin memantapkan tekad untuk bisa menjadi lokomotif Indonesia Incorporated di wilayah operasinya di luar negeri. Pemerintah Aljazair sendiri telah sangat terbuka dengan Indonesia, khususnya Pertamina untuk tidak hanya terlibat dalam hal operatorship tetapi juga jasa dengan menggandeng mitra dari Indonesia," katanya.

 

Direktur Utama PDSI Farid Rudiono mengatakan setelah rig 'PDSI#43.3/AB1500-E’ tuntas Oktober, akan dikapalkan pada November 2014 sehingga Januari 2015 siap dioperasikan di Blok 405a Aljazair. Menurut dia, Aljazair merupakan tantangan baru bagi PDSI karena lingkungannya yang ekstrem, seperti daerahnya di padang pasir, debu yang tebal, dan suhu yang mencapai 50 derajad Celcius.

 

"Akan tetapi kami yakin, dengan bekal pengalaman panjang sebelumnya, PDSI akan mampu menunjukkan kinerja yang baik di Aljazair," turup Farid.

Share this post