Pertamina Terus Investigasi Penyebab Kandungan Air dalam Biosolar

Pertamina Terus Investigasi Penyebab Kandungan Air dalam Biosolar

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab adanya kandungan air dalam biosolar yang dilaporkan konsumen setelah mengisi bahan bakar tersebut di salah satu SPBU di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

 

Vice President Coporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro menyatakan setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat, Pertamina langsung mengambil tindakan cepat berkoordinasi dengan SPBU terkait untuk proses penanganan tanki timbun yang tercampur air. “Kami segera kosongkan tanki tersebut untuk selanjutnya membawa biosolar ke Terminal BBM Plumpang guna proses investigasi,”katanya.

 

Selain itu Pertamina juga melakukan penarikan seluruh pasokan biosolar ke SPBU dan untuk sementara menggantinya dengan Solar murni tanpa campuran Fame. “Investigasi di seluruh rantai pendistribusian masih dilakukan hingga hari ini, untuk mengetahui penyebab adanya kandungan air dalam  biosolar. Yakni dari kapal, Terminal BBM hingga distribusi ke SPBU,”tambahnya.

 

Sesuai dengan prosedur, setiap bahan bakar yang keluar dari Terminal BBM telah dilakukan pengecekan spesifikasinya sebelum didistribusikan ke SPBU. Bahkan setelah sampai di SPBU, pihak SPBU juga wajib melakukan pengecekan kembali sebelum bahan bakar tersebut ditampung di tanki timbun. Apabila tidak sesuai dengan spesifikasi pihak SPBU wajib menolak dan meminta armada tangka kembali ke depot,”jelasnya panjang lebar.

 

Karena itu, Wianda menghimbau masyarakat agar tidak khawatir karena Pertamina menjamin BBM yang disalurkan telah sesuai dengan standar spesifikasi, tepat volume dan disalurkan dengan pelayanan terbaik. Adapun terkait proses ganti rugi terhadap konsumen yang kendaraannya bermasalah setelah melakukan pengisian solar pada tanggal 11 November 2016, bisa dikoordinasikan dengan SPBU dimana konsumen mengisi solar.

 

Pertamina juga terbuka memberikan ruang bagi aparat untuk ikut serta dalam menginvestigasi kasus ini, serta terus meningkatkan Quality Control sepanjang jalur distribusi mulai dari depot atau Terminal BBM sampai dengan SPBU agar dijalankan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.

Share this post