Foto: Dok.Istimewa

Pertamina Wujudkan Kemandirian Ekonomi, Pertashop Hadir di Pesantren

Jakarta, 11 April 2021 - Sejak diluncurkan pada tahun 2018, kemitraan Pertashop terus dikembangkan, tidak hanya menggandeng Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2020 namun juga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM). Di tahun 2021, Pertashop juga berkolaborasi dengan Pesantren untuk menunjang dan memberi manfaat yang lebih luas untuk mendukung kemandirian ekonomi Pesantren.

Menteri BUMN yang juga merupakan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Erick Thohir, didampingi Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Fanshurullah Asa, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, meresmikan Pertashop di Pondok Pesantren Nurul Quran, Karang Pucung, Kabupaten Cilacap pada Minggu (11/4). Dalam kegiatan tersebut, turut hadir dan menyaksikan Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya.

Menurut Erick, kehadiran Pertashop di Pondok Pesantren tentunya akan menggerakkan roda perekonomian dan menciptakan lapangan kerja di sekitarnya. “Selama terjadi pandemi, ada dua isu utama yang perlu kita selesaikan bersama, yaitu pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dirut Pertamina didukung oleh BPH Migas yang telah menginisiasi program Pertashop di Pondok Pesantren, sehingga ekonomi umat menjadi kuat dan pondasi kebangsaan terus berjalan,” ungkapnya.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan Pertashop merupakan satu-satunya lembaga resmi penyalur BBM skala kecil dari Pertamina, yang merupakan tindak lanjut antara MoU Pertamina dengan Kemendagri tahun 2020. 

“Kita rencanakan memang ada satu outlet di setiap desa di 73 ribu desa yang ada di Indonesia. Dan tahun ini kita targetkan terbangun 10.000 outlet Pertashop,” ujar Nicke.

Menurut Nicke, Program Pertashop juga sejalan dengan tanggung jawab Pertamina sebagai BUMN untuk menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat khususnya di daerah.

“Alhamdulillah saat ini kerja sama dengan pesantren untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren dan ini juga akan membantu masyarakat untuk mendapatkan BBM yang ramah lingkungan dan dengan harga yang sama dengan di SPBU,” imbuh Nicke.

Nicke juga berharap peran para pengusaha daerah untuk bisa ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Program Pertashop sehingga terbangun Peratshop di setiap desa sejalan dengan Program One Village One Outlet (OVOO).

Saat ini, sudah beroperasi sebanyak 1.112 unit Pertashop yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, dan untuk 2021, ditargetkan sebanyak 10 ribu Pertashop baru sudah dapat beroperasi.  Khusus di wilayah Jawa Bagian Tengah terdapat hampir 200 unit Pertashop yang siap melayani kebutuhan energi masyarakat. Hingga tahun 2024, Pertamina menargetkan membangun 40 ribu Pertashop. 

Seluruh informasi dan pendaftaran kemitraan Pertashop dapat diketahui melalui ptm.id/MitraPertashop. Syarat utamanya terdiri dari dua (2) kriteria, Kriteria Administrasi Persyaratan dan Kriteria Lokasi.  

Untuk pola kerja samanya ada tiga (3) tipe yang ditawarkan, Gold (210 m² kapasitas tangki 3 Kilo Liter), Platinum (300 m² kapasitas tangki 10 KL), dan Diamond (500 m² kapasitas tangki 10 KL), perbedaan besaran lahan akan berpengaruh terhadap layanan bisnis nonfuel retail (NFR) yang dapat beroperasi, misalkan agen pulsa, toko sembako, mini market, kafe/restoran, bengkel, dan bisnis turunan lainnya.

“Pemerataan energi menjadi tugas dan amanah Pemerintah melalui Pertamina dapat tercapai lebih cepat dan tepat. Di sisi lain, kami akan menggerakkan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan daerah,” pungkas Nicke.*

Share this post