Berani Berinovasi, Pertamina Dukung Bakmi Jawa Kaleng Mbah Hardjo Makin Dikenal Pasar Global

Jakarta, 22 Januari 2021 – Pandemi Covid-19 berimbas pada semua sektor tak terkecuali usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Meski demikian, pelaku UMKM tak menyerah pada keadaan. Beragam cara dilakukan untuk dapat bertahan dalam kondisi sulit saat ini. Pertamina melalui Program Kemitraan hadir untuk menjembatani dengan sejumlah program agar UMKM bisa bangkit dan naik kelas.

Adalah Bambang Tri Mulyono, pemilik usaha Bakmi Jawa Mbah Hardjo ini menjadi salah satu UMKM yang terkena imbas pandemi. Namun, berkat pendampingan yang dilakukan Pertamina, usahanya kini berangsur mulai normal kembali. “Produk saya ini juga semakin dikenal banyak pelanggan bukan hanya di sekitar Yogyakarta saja, tapi di Jakarta dan kota-kota lainnya bahkan sudah sampai Jeddah, Arab Saudi, berkat pameran UMKM yang disponsori oleh Pertamina di sana,” imbuhnya, bangga.

Bambang menuturkan, Pertamina juga senantiasa memberikan kesempatan pelatihan untuk mitra binaan seperti cara mengelola keuangan hingga pemasaran secara daring. Bahkan Pertamina juga kerap membantu usaha mitra binaannya bertahan di tengah pandemi Covid-19. Terakhir, ia mengikuti program Pertamina UMKM Academy : Fast Track dan berhasil lulus karena dianggap telah naik kelas.

Lalu, bagaimana cerita Bambang dalam memulai bisnisnya? Pelaku usaha kuliner di Jalan Keloran No 8 Senggotan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta itu memulai usahanya tahun 2009 lalu. Dimulai dari resto bakmi Jawa biasa. Hingga lambat laun tercipta inovasi produk bakmi Jawa kemasan kaleng yang mungkin menjadi yang pertama dan masih satu-satunya hingga saat ini.

“Kami ingin bakmi Jawa Mbah Hardjo ini bisa dinikmati semua konsumen di manapun ia berada. Jadi harus tahan lama. Hingga akhirnya tercipta formula ini dengan masa kadaluwarsa hingga 1 tahun. Dan sampai saat ini sudah ada 14 jenis makanan kaleng,” tuturnya. Tidak cuma Bakmi Jawa, terdapat menu lain seperti rica ayam kampung, sarden tuna, tengkleng domba, sate goreng domba, tongseng domba, dan domba lada hitam.

Dengan kemasan tahan lama ini, Bambang memasarkan produknya hingga ke wilayah di Indonesia. Salah satunya dengan bantuan media sosial dan marketplace dengan nama Bakmi Jawa Kaleng Mbah Hardjo. Dengan inovasi yang dilakukan, ia mampu meraup omzet sekitar Rp 50-60 juta perbulannya. Dengan dibantu oleh 7 orang ibu rumah tangga, Bambang mampu memenuhi permintaan pasar dengan tetap mengimplementasikan ESG dibidang sosial.  

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina mengapresiasi inovasi unik yang dilakukan Bambang. Menurutnya, hal itu dapat meningkatkan daya saing produk dan membuat UMKM itu naik kelas. “Terpenting usaha ini telah banyak membantu banyak orang melalui lapangan pekerjaan yang disediakan. Sehingga dapat menjadi salah satu implementasi poin 8 SDGs,” tutupnya.

For English version of this news release, please click here

https://pertamina.com/en/news-room/news-release/dare-to-innovate-pertamina-supports-bakmi-jawa-kaleng-mbah-hardjo-to-be-more-known-in-global-market

Share this post